Ketua YLKI keluhkan perbaikan pipa bocor hingga dua hari

Ketua YLKI Jambi, Ibnu Kholdun berpendapat bahwa kenaikan tunjangna pejabat PDAM tidaklah tepat. Pasalnya kenaikan tunjuangan tersebut tidak tepat karena hingga saat ini pelayanan PDAM yang kurang baik bagi masyarakat. Menurutnya saat ini masyarakat sedang mengeluhkan pelayanan PDAM, sedangkan PDAM saat ini justru malah menaikkan tunjangan. Hal tersebut dinilainya justru malah menyakiti hati masyarakat.

Menurut Ibnu boleh saja tunjangan dinaikan, tetapi harus ada timbal balik dengan cara meningkatkan pelayanan PDAM kepada masyarakat. Karena saat ini mengurus pipa yang pecah saja sampai dua hari. Tentu saja hal tersebut sangat berdampak kepada masyarakat.

Wapres menargetkan membangun 10 juta saluran pipa air

Untuk memenihu ketersediaan air minu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta PDAM untuk melakukan pengembangan dengan cara membangun 10 juta sambungan pipa air minum. JK mengatakan saat ini hanya 30% masyarakat di Indonesia yang mendapatkan sambungan air bersih. Beliau sadar akan adanya ketidak adilan dibeberapa kota terutama di pelosok.

 

Dampaknya, masyarakat kini banyak yang membeli air dengan harga sekitar 40 ribu / kaleng. Tentunya harga ini cukup mahal untuk masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah. JK merasa air adalah miliki bersama, oleh karena itu semua masyarakat berhak mendapatkan fasilitas itu.

JK menyebutkan saat ini sering kali dilakukan pembahasan konsep dalam seminar yang sering diadakan, namun untuk pelaksanaannya masih sangat minim. Ia juga menargetkan untuk memasang 10 juta sambungan dalam kurun waktu 5 tahun ini.

Buruh Pipa PDAM Kota Pamekasan belum terima upah.

 

buruh-pipa-pdam

Sejumlah Buruh Pipa PDAM di Pamekasan, Jawa timur mengeluh. Pasalnya setelah menyelesaikan pekerjaan sejak 6 bulan lalu mereka mengaku hak mereka belum dicairkan. Sampai saat ini sekitar 20 buruh belum dibayar dengan jumlah masing-masing 6 juta rupiah. Mereka mengaku seharusnya akan mendapatkan Rp. 50rb untuk setiap harinya.
Proyek yang berada di Jalan Raya Proppo itu sudah selesai pada bulan November tahun kemarin. Namun setelah enam bulan, hak yang seharusnya didapatkan masih belum dicairkan. Bahkan jadwal untuk pencairannyapun tidak jelas.

Agus Bachtiar sebagai Direktur PDAM Kabupaten Pamekasan justru tidka mengakui adanya proyek di lokasi tersebut. Namun Agus tetap meminta agar pekerja menginformasikan nama kontraktor proyek agar PDAM dapat mengeceknya.

Pipa PDAM di Desa Japerejo Pamotan bocor

Akibat salah satu saluran utama PDAM di Desa Japerejo Pamotan bocor, sekitar 6.000 pelanggan PDAM Rembang tidak mendapatkan pasokan air sejak jumat malam minggu kemarin. Diduga bocornya pipa tersebut terjadi sekitar jumat malam minggu lalu, namun hal tersebut baru diketahui oleh pihak petugas pada minggu siang.

Muskipun perbaikan sudah dilakukan pada minggu malam dan selesai pada senin pagi. Pasokan air masih belum bisa optimal. Hal tersebut lantaran masih ada tahap normalisasi pipa setelah terjadinya gangguan. Proses tersebut setidaknya memakan waktu sekitar 3 hari.

Kepala Sub Bagian Pelayanan PDAM, Toyibul Haris mengatakan bahwa pada hari Jumat air menuju kota sudah tersendat dan pada sabtu pagi air sudah tidak sampai lagi ke pelanggan kota. Namun saat ini sudah diperbaiki dan masih pada tahap normalisasi. Ia juga menjelaskan area yang terkena imbas dari kebocoran pipa PDAM saat itu berada di sekitar 13 desa atau kelurahan. Semua area berada di wilayah Rembang Kota.

Karena kejadian tersebut masyarakat di sekitaran wilayah tersebut terpaksa membeli air atau mengambil air dari sumur di sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Karyawan PDAM Tegal melakukan mogok kerja

Akibat Direktur PDAM tegal diberhentikan, karyawan PDAM Kota Tegal melakukan mogok kerja. Aksi tersebut terjadi untuk meluapkan kekecewaannya kepada Hj Siti Masitha, Walikota Tegal. Aksi tersebut mendapatkan dukungan dari Himpunan Mahasiswa Islam atau yang biasa disebut HMI, Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat serta pengurus dan anggota kopri Tegal. Bahkan seniman Lanang Setiawan turut ikut serta mendukung aksi tersebut. Ia beberapa kali membacakan puisi untuk mengkritis sikap Walikota Tegal tersebut.

 

Ada juga Herfri, staf di KPU kota Tegal. Ia melakukan orasi cukup lama karena ia merasa dirugikan akibat merasa menjadi korban kebijakan Walikota tersebut. Herfri merasa sikap Bunda Sintha arogan, serta mempecah belah PNS dan tidak mampu memimpin Kota Tegal. Ia juga mengatakan bahwa pada awalnya ia hanya mengira perpecahan tersebut hanya terjadi pada polri saja, namun ternyata sudah mulai merembet hingga PDAM. Karena itu ia beserta Kapolri akan membela persoalan ini hingga tuntas.

PDAM Pontianak Lakukan Penanaman Pohon menyabut HUT ke 40

Untuk menyambut HUT ke-40 PDAM Kota Pontianak. PDAM Tirta Khatulistiwa mengadakan kegiatan penanaman pohon. Pohon yang ditanam pada acara tersebut berjumlah 600 bibit dan 10kg bibit pohon trembesi dan mahoni. Bibit tersebut diperoleh dari berbagai sumber, 400 bibit dari PDAM, 100 bibit dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kemudian 100 bibit dari Fakultas Kehutanan serta 10kg bibit dari Panin Bank.  Rencananya bibit tersebut akan diberikan kepada Camat Pontianak Timur di tujuh kelurahan, SD 04, SD 27 dan Pontianak Utara di empat kelurahan lainnya.

Muskipun pelayanan PDAM Kota Pontianak masih belum sempurna, PDAM masih terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan dapat lebih baik lagi. Saat ini pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa Booster Dharma Putra. Karenanya saat ini di Pontianak Utara sudah dapat teraliri air dari PDAM. Kemudian dari pemerintah kota juga memberikan bantuan dengan membangun instalasi pengolahan air ( IPA ) di Kelurahan Parit Mayor yang rencananya akan segera beroprasi. Sedangkan untuk Pontianak Barat saat ini Booster kesehatan dan Booster sepakat telah beroprasi sekitar bulan ini. Bantuan tersebut merupakan salah satu dari APBN.

PDAM menjalin kerjasama dengan Indosat

Saat ini PDAM Kota Pekalongan menggandeng Indosat untuk menjalin kerjasama. Kerja sama tersebut dilakukan dengan cara membentuk komunitas Pelanggan PDAM dengan tujuan mempermudah pembayaran tagihan air. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan PDAM yang sekaligus sebagai pelanggan Indosat.

 

indosat-dompetku-pdam

Aries, sebagai Marketing Communication Indosat di Pekalongan mengatakan bahwa layanan Indosat Dompetku merupakan layanan yang dimiliki pelanggan Indosat untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi, khususnya pembayaran tagihan seperti listrik, pdam dan lainnya. Dengan adanya program tersebut membayar tagihan bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.
Layanan dompetku saat ini sudah dapat digunakan oleh semua pelanggan Indosat, namun perlu dilakukan registrasi dahulu dengan menggunakan Identitas seperti KTP, SIM atau paspor yang masih berlaku. Setelah melakukan pendaftaran, pelanggan dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan beberapa langkah. Pertama mengisi formulir pendaftaran di Customer Service layanan dompetku, kemudian akan didaftarkan pada layanan dompetku. Kemudian nomor pelanggan akan dilakukan pengecekan dan konfirmasi untuk status keanggotaannya. Kemudian sistem akan melakukan verifikasi kepada nomor pelanggan.

DPRD Samarinda Kunjungi Kembali BPPSPAM

Guna memperoleh masukan terkait hubungan kerja PDAM dengan pihak swasta, Sekretaris Daerah Kota Samarinda, H. Zulfakar Noor, beserta DPRD Kota Samarinda kembali lakukan kunjungan ke Badan Pendukung  Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minun (BPPSPAM).

DPRD-SAMARINDA-BPPSPAM
Zulfakar mengemukakan, masukan dari BPPSPAM dibutuhkan untukk menemukan jalan yang paling baik terkait tindak lanjut hubungan kerja pengembangan SPAM IPA Bendang II. Dalam peluang tersebut anggota dewan yang hadir diantaranya Ketua Komisi II, H. Hadi Hartono dan Anggota Komisi I, Akhmad Vananza. Direktur Teknik PDAM Kota Samarinda, Said Abdul Hamid ikut serta juga dalam rombongan tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota BPPSPAM, Setio Djuwono dan Advisor BPPSPAM, Effendi Mansur. Dalam pertemuan  tersebut, Effendi Mansur memberikan sarannya, seandainya kerja sama dengan pihak swasta hendak batasi, maka dari itu perlu dibuatkan surat pengakhiran perjanjian hubungan kerja. Seandainya pada akhirnya PDAM lebih memilih untuk melaksanakan hubungan kerja yang baru sehingga jelasnya dihitung studi banding yang telah dilakukan.

Selain hal tersebut, kajian tim apraisal dan akhirnya dapat di terima pihak perusahaan. Tetapi pada awal mulanya mesti dilakukan pembicaraan bersama pihak swasta tersebut maka akan ditemukan solusi yang paling baik dan tidak perlu berlanjut ke meja hijau. “Hal ini butuh dibicarakan lebih lanjut dengan pihak perusahaan maka keputusannya ialah hasil musyawarah buat membuahkan solusi paling baik,” ujar Effendi.

Setio menambahkan, BPPSPAM tak menghakimi pihak manapun mengenai hubungan kerja yang telah dilakukan. Dikarenakan akan dicarikan jalan terbaik untuk kedua belah pihak. “Keputusan akhir tergantung ke-2 belah pihak. Kita cuma memberikan masukan saja,” ucapnya.

Sementara itu, Zulfakar Noor menanggapi dengan baik saran-saran yg diberikan BPPSPAM dan dapat ditindaklanjuti secepatnya supaya kedepan akan mengoptimalkan pengerjaan proyek tersebut. Hen